Exhibition: Neodalan: Tilem Kesangê

Writer & Event Organizer

Foreword

Tilem Kesangé
(The Lust of New Moon. The Unpunished Sins)

What if your astray thought leads you to heresy? Where humans are free to worship and be worshipped. No more rules on how to say your prayers. No more tiers on how to put your offers. A manipulative cult. All about having fun and dying in peace.

To us, this manipulation is a way to dream. A manipulated love, manipulated despair, a manipulated luxury. A pretend-play is our fuel to move forward.

For that, we fabricate a manuscript. The lines write wishful thinking about celebrating love in the dark. Just imagine, the pinnacle of love is bubbling but can’t get out. It only gets bigger and finally bursts.

Tilem Kesangé is the most sacred new moon of all. The perfect time to immerse our darkest lust in the ocean of love. With unpunished sins and unavenged desires.

Five young Balinese artists, August Trd, Eka Sudarma Putra, Gusti Dalem, Swoofone, and Surya Subratha, the passionate believers of this manipulated manuscript, are ready to bathe us in the new religion, to celebrate the lust and love of Tilem Kesangé. Worship them solemnly, seduce their creations intensely.

As sin belongs to everybody, let’s use it on them unapologetically.

Written by Gustra Adnyana
Translated by Agra Utari


Kata Pengantar

Neodalan: Tilem Kesangê
Penuh cinta, tak peduli dosa.

Apa jadinya jika pikiran sesat untuk membuat agama baru muncul dalam benakmu? Di mana manusia – manusia bebas untuk menyembah dan disembah. Tidak ada lagi aturan dalam menjalankannya. Tidak ada lagi tingkatan untuk persembahannya. Sebuah perkumpulan rekayasa. Hanya bersenang-senang lalu mati dengan tenang.

Bagi kami, rekayasa ini adalah cara kami untuk terus bermimpi. Rekayasa cinta, rekayasa tersiksa, rekayasa menjadi kaya, sebuah kepura-puraan yang memicu nafsu untuk bergerak maju.

Untuk itu, kami menciptakan panduan rekayasa dalam sebuah lontar rekayasa. Di dalamnya tertulis angan-angan tentang merayakan cinta dalam gelap. Bayangkan saja, puncak cinta membuncah namun tertahan tidak boleh keluar. Hanya terbendung dan akhirnya retak.

Disebutkan juga di dalamnya, ia adalah Tilem yang paling sakral. Saat yang tepat untuk menggairahkan diri di tengah samudra nafsu. Penuh cinta, tak peduli dosa. Gairahnya tak terbalaskan.

Lima seniman: August Trd, Eka Sudarma Putra, Gusti Dalem, Swoofone dan Surya Subratha yang penuh gairah penganut lontar rekayasa ini akan menjerumuskan kita ke dalam agama baru dalam perayaan Tilem Kesangê. Sembahlah mereka dengan khidmat. Godalah semua ciptaan mereka. Dosa adalah milik semua, mari kita gunakan sebaik-baiknya.

Ditulis oleh Gustra Adnyana
Editor Agra Utari


Press Release BAHASA INDONESIA
Social Media.

Photo by Ucok Olok.

Organized by Yayasan Peduli Setan.
Location: South Beach Kuta, Jalan Bisma Ubud, Bali Island – INDONESIA
Date: 8 Feb – 28 Feb 2022