Mengintip Singapore Writers Festival 2014 dari dekat

IMG_4110

Disebut – sebut sebagai festival sastra pertama di Asia, dimulai pada tahun 1986. Pada tahun – tahun awalnya festival ini adalah sebuah biennial festival – yang dirayakan setiap dua tahun sekali. Namun kini Singapore Writers Festival (SWF) berlangsung setiap tahunnya, sebagai pesta penulis khususnya bagi para singaporean. Tahun 2014, SWF digelar dari tanggal 31 Oktober – 9 November dengan tema The Prospect of Beauty – Penghayatan Keindahan; merayakan keindahan puisi, cerita novel, kebijaksanaan penulis, penulisan lagu, roman, & seni kata yang indah. Tema ini juga mengingatkan kita akan keindahan alam berserta isinya serta ancaman terhadap keindahannya. Menghadirkan penulis dunia kehadapan masyarakat Singapura serta mempromosikan penulis – penulis muda berbakat Singapura, dan mengembangkan sastra Asia di belahan dunia merupakan tujuan utama dari SWF 2014.

Dalam 10 hari, festival menghadirkan 138 penulis asal Singapura dan 69 penulis dari luar Singapura yang mana lebih banyak dari tahun sebelumnya. Bahkan acara tahun ini lebih besar yaitu total 280 acara baik gratis maupun berbayar. SWF berlangsung di tengah jantung Singapura yang berpusat pada Singapore Management University dan beberapa tempat acara lainnya seperti National Museum of Singapore, School of the Arts, Singapore Arts Museum, dan The Arts House. Karena Singapura adalah Negara dengan budaya yang kaya, Festival ini menghadirkan beberapa acara dalam berbagai bahasa, yaitu bahasa Tamil, Mandarin, Melayu, dan Inggris.

Tahun 2014 ini Ubud Writers & Readers Festival memberikan kesempatan kepada staff mudanya yang selalu bersemangat untuk bisa hadir di festival lain. Sungguh merupakan suatu hadiah besar di akhir tahun bagi kami (Saya, Erma, Sathya, Pande, dan Abut) untuk terbang ke Singapura. Hanya dalam waktu 10 hari kami bisa mempersiapkan diri baik tiket, akomodasi dan tentu saja mental besar untuk bisa hadir di SWF 2014. Kami pun berangkat ke Singapura tanggal 6 November, namun sayangnya Festival sudah dimulai saat itu dan kami hanya mendapatkan kesempatan untuk melihat festival hanya sebentar sampai tanggal 9 November. Diawali dengan datang ke Festival Paviliun untuk mengambil buku program festival dan festival pass seharga $20 kami pun siap berpencar dan mencari acara kesukaan kami masing – masing.

Berikut beberapa ulasan dari banyaknya acara yang sempat kami datangi:

Malam Penghormatan: A Tribute to Gopal Baratham – Sebuah penghormatan kepada Gopal Baratham (1935 -2002). Seorang penulis dan seorang neurosurgeon asal Singapura. Beliau terkenal dengan tulisan – tulisan yang jujur dan kontroversial. Malam penghormatan itu dihadiri oleh berbagai kalangan dan juga tentunya keluarga dekat dari sang penulis hebat tersebut. Dimeriahkan oleh dramatisasi sastra cerita pendek karya Gopal Baratham oleh Big Bad Wolf theatre company.

Peluncuran Buku – Brand New Books: Batik Rain oleh Ashwini Devare – Sebelum di SWF, Ashwini Devare (India – Singapura) dengan sangat sukses telah meluncurkan Batik Rain di Ubud Writers & Readers Festival di Bali pada tanggal 1 Oktober 2014. Ashwini sendiri merupakan seorang jurnalis, namun karyanya ini merupakan tulisan fiksinya yang terinspirasi dari banyak cerita yang ia jumpai, salah satunya tentang hubunganya dengan Bali seperti yang ia sebutkan saat peluncuran Batik Rain di SWF pada tanggal 7 November malam itu. Disambut hujan yang deras, salah satu cerita dalam Batik Rain dibacakan oleh kawan baik Ashwhini yang memberikan ketertarikan tersendiri pada para hadirin saat itu.

Pemutaran Film – Fringe Films: The Phantom of The Opera – Pemutaran Film ini diadakan di The Arts House, kira – kira 15 menit dari venue utama. Kami butuh naik MRT terdekat untuk bisa mencapai tempat ini. The Phantom of The Opera sendiri merupakan film Amerika Serikat yang dibuat pada tahun 1925 dengan durasi waktu 93 menit. Sutradaranya adalah Rupert Julian yang diambil dari novel karya penulis Perancis, Gaston Leroux. Perlu diketahui juga pada tahun 2004 telah dibuat versi yang baru tentang film ini. Merupakan film bisu atau yang biasa disebut silent film namun menggunakan English intertitles, The Phantom of the Opera layak untuk ditonton kembali. Dan kamu akan bisa membayangkan bagaimana saat itu sulitnya membuat film, Saya sendiri sudah lama mendengar tentang The Phantom of The Opera namun film versi pertamanya ini baru bisa saya tonton di SWF 2014. Sungguh sangat berkesan.

Panel: Beyond Travel Guides – Travel Writing kini adalah salah satu topik wajib yang harus selalu ada di semua Festival sastra. Banyak peminatnya apalagi kalangan muda yang memang tertarik dengan perjalanan yang tidak biasa. SWF menghadirkan Michael Buckley dan Yap Seow Choong dengan moderator Pamela Ho (salah satu penggemar dan kawan UWRF, tahun ini ia juga datang khusus ke Ubud demi UWRF 2014). Michael Buckley adalah seorang penulis dan jurnalis yang pernah menulis guide book pertama tentang pergi ke Tibet pada tahun 1986. Sedangkan Yap Seow adalah seorang publisher untuk Lonely Planet (China) dan tinggal di Beijing. Banyak hal seru dalam diskusi ini, bagaimana seorang penulis bisa menulis catatan perjalanan dalam era yang sudah canggih seperti ini dan apa perlunya untuk mereka dan pembaca.

Off the Page- Music: Amanda Tee – Tidak hanya acara serius dan panel – panel diskusi saja yang SWF sajikan untuk para penggemar sastra yang hadir. Salah satu pojok yang menarik adalah Gazebo yang diramaikan oleh tepuk tangan penonton setelah mendengar nyanyian dan permainan gitar dari Amanda Tee, seorang penulis lirik lagu, dan penyayi asal Singapura.

Panel: The Personal is Political – Hector Abad Faciolince (Kolombia) menceritakan tentang kisah ayahnya yang dulu pernah bekerja di Indonesia saat menangani wabah polio dan pengalamannya yang menulis tentang anggapannya yang tidak setuju bahwa para pendeta katolik melarang “sex” dan bagaimana orang yang tidak tahu “sex” bisa melarang orang dan membuat peraturan tentang”sex”. Panel ini tidak kalah seru karena Hector Abad juga di dampingi oleh penulis kelahiran Rio de Janeiro, JP Cuenca yang termasuk 20 best young Brazilian authors di tahun 2012.

Program Anak – anak: Little Lit! – Dengan total 43 kegiatan anak – anak, SWF memberikan warna yang berbeda tahun ini. Festival ini mencoba membangun suasana baru dengan memberikan ruang terhadap generasi anak – anak untuk bisa lebih dekat dengan dunia literasi.

Masih banyak acara seru,salah satu acara yang sangat ramai didatangi orang hingga beberapa peserta tidak bisa masuk dikarenakan penuhnya ruangan adalah Meet the author: Paul Theroux. Bahkan ada peserta yang baru saja membeli tiket dan khusus datang ke acara tersebut harus menunggu agar bisa masuk ke tempat acara, dan beberapa orang pergi dengan wajah kecewa. Tidak banyak acara yang bisa kami datangai, namun semua acara sangat berkesan bagi kami.

Photos: @danielboey
Photos @danielboey

Sebagai salah satu festival yang memiliki bau Asia yang sangat kental, SWF juga memiliki acara khusus seperti Publishing Symposium dengan fokus terhadap Malaysia dan Cina. Serta yang menarik bagi saya adalah Pinoy Poets Panel yang menghadirkan penyair – penyair asal Filipina. Dari Indonesia sendiri hadir Helvy Tiana Rosa, namun kami tidak sempat datang ke sesinya dikarenakan sesi Beliau diadakan saat kami belum tiba di Singapura.

Bukan hanya sastra yang ada di SWF namun fashion turut mengambil alih dalam pesta penulis ini. Hadir pula Daniel Boey, seorang fashion director, lifestyle curator, dan television personality yang meluncurkan bukunya yang berjudul Adventures of A fashion Insider dengan bintang tamu International model dan finalis Asia’s Next Top Model, Sofia Wakabayashi.

Di hari terakhir, kami diberikan kesempatan besar untuk bertemu dengan orang dibalik layar SWF 2014. Kami pun berkunjung ke National Arts Council – Singapore dan bertemu serta berbincang – bincang mengenai festival dan kemungkinan kerjasama Indonesia dan Singapura dalam hal sastra dan penulis diantara dua negara ditahun selanjutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s